Total Tayangan Halaman

Taman Sari Yogyakarta



Halo para viewers sekalian, perkenalkan nama saya Putra Pratama  pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang perjalanan wisata saya di Taman Sari Yogyakarta:
Saya dan teman-teman saya yang saat itu juga memiliki rencana wisata bersama berangkat dari Solo menuju Yogyakarta menggunakan Kereta Api Prameks dari Stasiun Balapan Solo menuju Stasiun Maguwo Yogyakarta dengan Harga Rp.8000,00 setelah sampai di Stasiun Maguwo Yogyakarta, kami melanjutkan perjalanan mencari guest house menggunakan jasa Taksi yang ada di sana dengan Harga sekitar Rp.60.000. setelah kami menemukan tempat beristirahat di Arjuna Guest House, kami beristirahat 1 hari disana. Kemudian keesokan Harinya kami keluar dari Guest House dan menuju tempat wisata Taman Sari Yogyakarta menggunakan Taksi yang berada di sekitar sana dengan kisaran Biaya Rp.40.000. Setelah sampai di Taman Sari, kami membeli tiket dengan Harga Rp.5000/orang untuk wisatawan domestik. Setelah itu kami melanjutkan dengan menyusuri sejarah-sejarah yang berada di Taman Sari Yogyakarta tersebut:


Taman Sari Yogyakarta adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat,Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765. Awalnya, taman yang mendapat julukan "The Fragrant Garden" ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air.
Konon, Taman Sari dibangun di bekas keraton lama, Pesanggrahan Garjitawati, yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat istirahat kereta kuda yang akan pergi ke Imogiri. Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun bebrapa bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh.Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

Istana Air Taman Sari
Saat kalian memasuki Taman Sari ini kalian akan disuguhkan dengan keindahan Bangunan Kuno yang masih berdiri kuat selama ratusan tahun, disini kalian juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah yang akan menambah keinginan kalian untuk mengetahui Taman Sari lebih dalam,kemudian ada puluhan air mancur yang siap memanjakan mata anda,kemudian ada lorong-lorong dan bangunan Taman Sari yang penuh akan misteri yang membuat kalian penasaran. 



Setelah Kalian lelah berjalan-jalan di  bangunan Taman Sari kalian juga bisa menikmati fasilitas-fasilitas yang ada di sana (seperti warung bakso,keindahan Taman, tempat parkir yang luas,toilet yang bersih dan mushola). 
Untuk akses menuju kesana sangat mudah,bisa kalian akses melalui google map, kalian juga bisa berjalan kaki,menggunakan becak,aplikasi driver online,dll).Kemudian di Taman Sari ini dikelola langsung oleh pemerintah Kota Yogyakarta

Menariknya, di balik pesona Taman Sari tersembunyi sebuah masjid tersembunyi yang disebut Sumur Gumuling. Lokasinya hanya dapat dicapai dengan melewati lorong bawah tanah bernama Tajug yang seperti labirin.


sebelum bangunan sumur hancur
sesudah bangunan sumur hancur&tersisa sumurnya saja












Secara fungsi, lorong tersebut memang sengaja dibuat untuk mengelabui penjajah Belanda. Tepat di ujung lorongnya, terdapat area melingkar dengan satu titik di tengah yang dihubungan oleh 5 tangga disekitarnya.
Diketahui kalau titik tengah ruangan itu dulu berfungsi sebagai mimbar bagi pemuka agama untuk berdakwah. Raja dan anggota keluarga pun biasa duduk di area lorong untuk melakukan sholat serta kegiatan keagamaan yang dahulu dilarang oleh Belanda.

Kekurangannya di Taman Sari ini yaitu bangunannya yang luas membuat orang mudah tersesat,kemudian banyak bangunan yang hancur dan sudah tidak memiliki bentuk seperti semula,banyak bangunan yang sudah tertutup oleh pemukiman warga. Saya berharap Taman Sari ini akan selalu dilestarikan oleh Pemerintah Yogyakarta dan selalu dijaga kebersihan&kelengkapan bangunan yang ada agar para wisatawan selalu tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut & tidak tergeser/terlupakan oleh masyarakat yogyakarta seiring perkembangan jaman yang semakin maju&banyak tempat wisata yang bermunculan. 

Setelah kami selesai berwisata di Taman Sari Yogyakarta kami kemudian mencari Taksi untuk menuju ke Stasiun Tugu Yogyakarta untuk membeli Tiket kereta menuju ke Solo, karena tiket kereta Prameks yang dari Yogyakarta menuju Solo sudah habis dan dibuka kembali pada pukul 20.00 WIB kami akhirnya memberanikan diri membeli kereta Solo Ekspres dengan harga yang cukup Mahal Rp.40.000/orang yang keberangkatan dari Jogja pada pukul 16.40 agar kami bisa lebih cepat sampai di Solo.






Tidak ada komentar:

Taman Sari Yogyakarta

Halo para viewers sekalian, perkenalkan nama saya Putra Pratama   pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang perjalanan wis...