Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sedikit
tentang Kelainan pada ginjal/Sindrom Nefrotik kepada para pembaca langsung dari penderita
sendiri (Saya)
Sindrom nefrotik adalah kondisi akibat adanya gangguan pada organ ginjal.
Normalnya, air kencing yang dihasilkan oleh ginjal sudah tidak lagi mengandung
protein.Namun, saat seseorang menderita sindrom nefrotik, akan ditemukan adanya protein pada urin (khususnya albumin) yang dikeluarkan olehnya, bahkan dalam jumlah cukup besar.
Umumnya, kondisi ini diakibatkan oleh rusaknya kelompok pembuluh darah kecil dalam ginjal (glomerulus) yang berfungsi sebagai filter atau penyaring darah.
Saat fungsi ini tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam tubuh, protein dari darah dapat merembes dalam urin dan tersaring keluar tubuh. Akibatnya, beberapa gejala klinis dari sindrom nefrotik berikut, bisa jadi dapat Anda temukan pada anak Anda.
- Pembengkakan di bagian tubuh tertentu
Anak yang menderita sindrom nefrotik biasanya akan mengalami pembengkakan (edema) di bagian kaki dan sekitar mata. Mata menjadi sembab dan kaki membesar. Pembengkakan abnormal adalah pembengkakan yang tidak keras melainkan lembek ketika kaki dipegang. - Kenaikan berat badan secara tiba-tiba
Anak juga akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak normal. Namun, kenaikan berat badan tersebut bukan disebabkan oleh nutrisi melainkan adanya cairan yang menumpuk dalam tubuh. - Urin berbusa
Adanya kandungan protein yang tinggi pada urin menyebabkan urin yang dikeluarkan anak menjadi berbusa. Waspadai gejala ini, karena urin berbusa adalah indikator utama adanya masalah dalam ginjal. - Tidak nafsu makan
Gejala berikutnya ialah terganggunya nafsu makan anak. Seorang ibu harus curiga ketika buah hatinya tidak mau makan karena bisa jadi anak menderita sakit tertentu, misalnya sindrom nefrotik ini.
Sejumlah kondisi medis dapat merusak
ginjal, misalnya akibat konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang atau
penyakit tertentu seperti diabetes, lupus, amiloidosis, HIV, hepatitis, dan
penyakit ginjal lainnya.
Jika tidak segera ditangani, sindrom
nefrotik dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius diantaranya berupa
malnutrisi, penggumpalan darah; kolesterol, trigliserida dan tekanan darah
tinggi; dan gagal ginjal.
Diagnosanya sendiri dapat ditegakkan
melalui pemeriksaan urin. Biasanya, urin penderita sindrom nefrotik akan
mengandung banyak protein, sedangkan kandungan protein pada darahnya justru
sangat rendah.
Sedangkan, pengobatan sindrom
nefrotik akan disesuaikan dengan gejala dan keluhan yang terjadi. Dokter bisa
jadi memberikan obat untuk mengatasi hipertensi, penggumpalan darah, merangsang
pengeluaran cairan dari tubuh (diuretik), dan untuk mengurangi pengeluaran
protein dari tubuh.
Meskipun dapat menyerang pada
berbagai tingkatan usia, fakta di lapangan menunjukkan bahwa penyakit ini lebih
sering menyerang anak-anak dalam rentang usia 18 bulan hingga usia 10 tahun.
Jika buah hati Anda mengalami
beberapa gejala dari sindrom nefrotik sebagaimana disebutkan di atas, segeralah
berkonsultasi dengan dokter agar diagnosis dapat ditegakkan dan penanganan
dapat segera diperoleh.
Jika hasil diagnosa positif,
pastikan bahwa selain konsumsi obat yang rutin, asupan nutrisi yang dibutuhkan
oleh buah hati tetap terjaga.
Biasakan mengonsumsi makanan dengan
kandungan protein yang tinggi. Selain itu, hindari makanan dengan kadar garam
dan zat pengawet yang tinggi agar pembengkakan tidak semakin parah.
Hal tersebut juga terjadi pada saya sejak umur 1,5 tahun.
Dan sekarang saya sudah berumur 16 tahun berdampingan dengan penyakit tersebut.
Jadi pada saat penyakit tersebut sedang kambuh biasanya saya mengonsumsi
makanan berprotein tinggi seperti:
1. Putih Telur (tanpa kuning telur)
putih telur salah satu penghasil protein besar yang bisa mengantikan protein yang hilang. (kita bisa berkreasi sendiri agar tidak bosan makan dengan putih telur.
1. Putih Telur (tanpa kuning telur)
putih telur salah satu penghasil protein besar yang bisa mengantikan protein yang hilang. (kita bisa berkreasi sendiri agar tidak bosan makan dengan putih telur.
2.Minum susu yang mengandung protein
tinggi.
Kemudian setelah itu kita harus
pintar-pintar menjaga tubuh agar tidak mudah kelelahan.












